← Semua artikel

Tungau Laba-Laba dan Tungau Merah pada Anggur

Tungau laba-laba atau spider mite dalam pembesaran

Daun anggur mulai berbintik pucat, kusam, atau berubah kecokelatan? Salah satu penyebab yang perlu diperiksa adalah tungau pemakan tanaman. Ukurannya sangat kecil, sehingga keberadaannya sering terlewat saat kita hanya melihat tanaman dari kejauhan.

Penghobi anggur sering menyebutnya spider mite, tungau laba-laba, atau tungau merah. Namun, istilah tersebut tidak selalu menunjukkan jenis hama yang berbeda. Sebagian tungau laba-laba juga dapat berwarna merah.

Ringkasan: kenali tungau melalui pemeriksaan tubuh, telur, jaring, dan gejala daun. Warna merah saja tidak cukup untuk menentukan spesies. Pengendalian dilakukan berdasarkan hasil pengamatan dan kesesuaian label produk.

1. Mengenal tungau laba-laba pada anggur

Tungau laba-laba merupakan kelompok tungau dalam famili Tetranychidae. Hewan ini termasuk Arachnida, bukan serangga. Tungau dewasanya mempunyai delapan kaki, sedangkan larva yang baru menetas mempunyai enam kaki. [1]

Dengan mata telanjang, tungau biasanya terlihat seperti titik kecil yang bergerak. Banyak jenis hidup berkoloni di permukaan bawah daun dan menghasilkan benang sutra halus. Benang inilah yang menjadi dasar sebutan tungau laba-laba. [1]

Salah satu spesies yang dikenal adalah Tetranychus urticae, atau tungau dua bercak. Spesies ini tercantum dalam panduan tungau pada anggur UC IPM bersama beberapa spesies lainnya. Namun, daftar dari California tersebut tidak otomatis menunjukkan spesies yang dominan di kebun anggur Indonesia. [2]

Apakah harus ada jaring?

Jaring merupakan petunjuk penting, tetapi pada populasi kecil benangnya dapat sulit terlihat. Jangan menunggu jaring tebal sebelum melakukan pemeriksaan. Cari juga tungau yang bergerak, telur, dan bintik kerusakan pada daun. [1]

2. Tungau merah tidak selalu berbeda dari spider mite

Sebutan “tungau merah” sering digunakan berdasarkan warna tubuh. Padahal, nama umum tersebut tidak cukup untuk menentukan spesies. Tungau laba-laba tertentu dapat berwarna kehijauan, kekuningan, jingga, atau kemerahan.

RHS menjelaskan bahwa Tetranychus urticae, yang juga disebut glasshouse red spider mite, dapat berwarna kuning kehijauan dengan dua bercak gelap. Dalam kondisi tertentu, betinanya menjadi jingga kemerahan. [3]

Detail tungau berwarna merah dalam pembesaran
Tungau berwarna merah. Penentuan spesies memerlukan pemeriksaan ciri tubuh, bukan hanya warna.

Bagaimana dengan European red mite?

Nama European red mite mengacu pada Panonychus ulmi. Salah satu cirinya adalah tubuh kemerahan dengan pangkal rambut punggung yang tampak putih. Bentuk dan ciri telurnya juga berbeda dari telur tungau dua bercak. [4]

Penyebutan spesies tersebut di sini merupakan contoh pembanding. Foto tungau merah tidak boleh langsung diberi nama Panonychus ulmi tanpa pemeriksaan identitasnya.

Istilah Makna Hal yang perlu diingat
Spider mite / tungau laba-laba Kelompok tungau dalam famili Tetranychidae. Mencakup banyak spesies.
Tungau merah Sebutan umum yang sering berdasarkan warna tubuh. Tidak cukup untuk memastikan spesies.
Tungau dua bercak Nama umum untuk Tetranychus urticae. Warna tubuh dapat berubah.

3. Bentuk telur dan siklus hidup tungau

Telur tungau dua bercak berbentuk bulat dengan warna yang dapat berkisar dari bening hingga kekuningan. Ukurannya kecil, sehingga penggunaan kaca pembesar membantu membedakannya dari benda lain pada permukaan daun. [5]

Detail telur tungau pada permukaan daun dalam pembesaran
Telur tungau dalam pembesaran. Bentuk dan warnanya dapat berbeda antarjenis tungau.

Perkembangan tungau berlangsung melalui telur, larva, protonimfa, deutonimfa, dan dewasa. Larva mempunyai enam kaki, sedangkan nimfa dan dewasa mempunyai delapan kaki. [5] [6]

Tahap Ciri pengamatan
Telur Tidak bergerak. Pada tungau dua bercak berbentuk bulat, dengan warna bening hingga kekuningan.
Larva Tahap setelah menetas, berukuran kecil dan berkaki enam.
Nimfa Memiliki delapan kaki dan melalui dua tahap sebelum dewasa.
Dewasa Memiliki delapan kaki dan dapat melanjutkan perkembangbiakan.

Saat mengevaluasi tanaman, catat telur dan tungau yang bergerak secara terpisah. Berkurangnya tungau dewasa belum cukup untuk menggambarkan seluruh kondisi koloni.

4. Gejala serangan tungau pada daun anggur

Pada anggur, serangan tungau dapat menyebabkan bintik kekuningan, warna daun seperti perunggu, hingga bagian daun yang mengering atau mati. Serangan berat beberapa jenis dapat disertai banyak jaring. [2]

  • Bintik pucat atau kekuningan pada helaian daun.
  • Daun tampak kusam dan berubah warna seperti perunggu.
  • Bagian daun mengering ketika kerusakan semakin berat.
  • Tungau, telur, atau benang halus ditemukan saat diperiksa.

Gejala daun perlu dicocokkan dengan keberadaan hamanya. Jangan menentukan penyebab hanya dari satu daun kuning atau satu bercak cokelat. Dokumentasikan bagian atas dan bawah daun, lalu bandingkan dengan daun sehat pada tanaman yang sama.

5. Cara memeriksa tungau di kebun anggur

Panduan pemantauan anggur UC IPM menggunakan kaca pembesar sekitar 10–14× untuk memeriksa tungau dan predatornya. Catat keberadaan keduanya saat melakukan pengamatan. [7]

  1. Pilih beberapa daun dari bagian tanaman yang berbeda, termasuk daun dengan bintik pucat.
  2. Balik daun perlahan dan amati permukaan bawahnya.
  3. Cari titik kecil yang bergerak, telur, dan benang halus.
  4. Catat tanggal, tanaman, bagian yang diperiksa, dan hasil pengamatan.

Sebagai pemeriksaan tambahan, letakkan kertas putih di bawah daun lalu ketuk daun perlahan. Amati titik yang jatuh menggunakan kaca pembesar. Cara ini membantu menemukan tungau, tetapi tidak cukup untuk menentukan spesiesnya. [6]

Tidak semua tungau merupakan hama

Tungau predator memakan tungau pemakan tanaman. Sebagian dapat tampak kekuningan, jingga, atau kemerahan. Karena itu, warna tubuh saja tidak dapat digunakan untuk memutuskan bahwa semua tungau harus dibasmi. [8]

6. Cara mengendalikan tungau secara bertahap

Jaga tanaman agar tidak stres kekeringan

Pengelolaan air dan debu merupakan bagian pengendalian tungau pada anggur. Pertahankan penyiraman sesuai kebutuhan tanaman dan kurangi debu di sekitar kebun. [2]

Bersihkan daun secara terarah

Semprotan air ke bagian bawah daun dapat membantu menekan populasi. Namun, pembasahan tajuk anggur juga dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu. Pertimbangkan kondisi kebun dan kesempatan daun mengering. [1] [2]

Pertahankan musuh alami

Sebagian insektisida dapat mengganggu predator dan memicu peningkatan populasi tungau. Pastikan hama sasaran sebelum memilih produk, dan hindari penyemprotan rutin tanpa hasil pengamatan. [1]

Periksa kembali setelah penanganan

Bandingkan keberadaan tungau yang bergerak, telur, dan perkembangan kerusakan daun. Gunakan catatan pengamatan untuk memutuskan apakah tindakan lanjutan diperlukan.

7. Memahami akarisida dan rotasi bahan aktif

Pestisida untuk mengendalikan tungau disebut akarisida. Sebagian bahan aktif juga bekerja pada serangga, tetapi tidak semua insektisida efektif terhadap tungau. Pemilihan perlu memperhatikan jenis hama dan tahap hidup yang menjadi sasaran.

Panduan anggur UC IPM mencantumkan bahan aktif seperti abamektin, bifenazat, klofentezin, dan siflumetofen. Informasi tersebut mengacu pada penggunaan di California, bukan bukti izin penggunaan merek tertentu pada anggur di Indonesia. [2]

Bahan aktif Nama internasional Kelompok IRAC
Abamektin Abamectin 6
Bifenazat Bifenazate 20D
Klofentezin Clofentezine 10A
Siflumetofen Cyflumetofen 25A

Kode IRAC menunjukkan kelompok cara kerja, bukan peringkat kekuatan. Mengganti merek dengan bahan aktif yang sama tidak mengganti kelompok cara kerjanya. [9]

Sebelum menggunakan akarisida: periksa label terbaru untuk tanaman anggur, hama sasaran, dosis, interval aplikasi, batas jumlah penyemprotan, serta interval sebelum panen. Tabel ini bukan jadwal rotasi atau resep penyemprotan.

Jangan menganggap semua produk mempunyai kemampuan yang sama terhadap telur dan tungau dewasa. Baca tahap sasaran serta petunjuk penggunaan produk. Informasi registrasi Indonesia dapat ditelusuri melalui database pestisida Kementerian Pertanian dan dicocokkan dengan label kemasan terbaru.

Mulai dari pengamatan bawah daun

Pemeriksaan rutin membantu menemukan tungau sebelum kerusakan meluas. Kenali hubungan antara spider mite dan sebutan tungau merah, dokumentasikan telur serta tungau yang bergerak, kemudian pilih tindakan berdasarkan perkembangan serangan.

Sumber rujukan

Ditinjau pada 19 Oktober 2026. Rujukan luar negeri digunakan untuk menjelaskan biologi dan prinsip pengendalian, bukan untuk menetapkan persebaran spesies atau izin pestisida di Indonesia. Nama spesies pada foto memerlukan identifikasi tersendiri.

  1. UC IPM — Spider Mites. Pengenalan dan pengendalian umum.
  2. UC IPM — Webspinning Spider Mites on Grape. Kerusakan dan pengelolaan tungau pada anggur di California.
  3. RHS — Glasshouse Red Spider Mite. Nama umum dan variasi warna tungau dua bercak.
  4. UC IPM — European Red Mite. Ciri pembanding Panonychus ulmi.
  5. University of Minnesota — Two-spotted Spider Mite. Telur dan tahap perkembangan.
  6. University of Maryland Extension — Mites in Home Gardens. Siklus hidup dan pemeriksaan menggunakan kertas putih.
  7. UC IPM — Monitoring Insects and Spider Mites on Grape. Pemantauan tungau dan predator.
  8. University of Maryland Extension — Predatory Mites. Pengenalan tungau predator.
  9. IRAC — Mode of Action Classification. Kelompok cara kerja bahan aktif.
About Me

Kharisma Candra

Founder Anggurnesia.id

Dari kebun kecil, tumbuh pengetahuan bersama.

Saya Kharisma Candra. Melalui Anggurnesia, saya mendokumentasikan perjalanan menanam anggur, berbagi pengalaman, dan merangkum informasi budidaya agar lebih mudah dipahami.

Di sini, Anda dapat menjelajahi catatan perawatan anggur serta pembahasan tentang serangga, tungau, jamur, dan bakteri yang berkaitan dengan tanaman.

Contact

Contact me to get your work done